Aqidah

Published on Desember 21st, 2015 | by PPM Miftahul Khoir

0

Menjiwakan Asmaul Husna As-Samii’u

Oleh : KH. Asep A. Maoshul Affandy (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda)

Salah satu sifat Alloh yang terdapat di dalam Asma’ul Husna yaitu sifat As-Samii’u yang artinya adalah Alloh yang Maha Mendengar. Setiap langkah dan ucapan yang timbul dari lisan ataupun dari hati sanubari, semuanya dapat didengar Alloh.

Bisikan hati kita tentunya dapat menimbulkan dua niat, yaitu niat baik dan niat buruk. Keduanya tidak akan lepas dari pendengaran dan disaksikan oleh Alloh sehingga kita tidak dapat menghindari dari-Nya. Ketika datangnya niat baik dalam hati kita maka Alloh akan mencatatnya sebagai amal kebaikan, tetapi sebaliknya apabila yang datang itu niat jelek maka Alloh tidak akan langsung mencatatnya sebagai amal kejelekan, kecuali apabila niat jelek itu dilakukan sesuai dengan apa yang telah diniatkannya.

Oleh karena itu, kita harus waspada dalam mengatur setiap gejolak hati dengan dua cara :

  1. Harus bisa menjiwai لا مطلوب الا الله yang artinya; tidak ada yang pantas untuk dilakukan kecuali perintah Alloh. Jadi, selamanya kita harus menunggu perintah dari Alloh, singkirkan perintah nafsu amarah yang mengakibatkan kepada perbuatan maksiyat.
  2. Kuatkan iman, bahwa di samping kita ada dua malaikat Roqib dan Atid yang selamanya mencatat perilaku kita. Alloh berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 80:

أَمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّا لَا نَسۡمَعُ سِرَّهُمۡ وَنَجۡوَىٰهُمۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيۡهِمۡ يَكۡتُبُونَ

Apakah mereka mengira, bahwa Kami (Alloh) tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.

Penjelasan: Alloh mengatakan; Kami mempunyai 99 (sembilan puluh sembilan) nama. Panggillah nama Kami sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Di antara rupa-rupa Asma Alloh ada yang dinamakan As-Samii’u yang artinya Alloh Maha Mendengar. Alloh mendengar bukan dengan telinga, sebab Alloh bukan Jirim yang membutuhkan kepada ‘Arodl, tetapi Dzat yang mempunyai Sifat. Oleh karenanya Alloh mendengar dengan sifat Sama’-Nya. Maka tidak ada batasan dan ukuran yakni yang didengar oleh Alloh bukan sekedar suara tetapi bisikan hati pun terdengar, jelas atau tidak, keras atau tidak, semuanya pun didengar Alloh.

Dalam menggunakan peribahasa setiap hari kita harus berhati-hati, jangan ada kata-kata “Suara hati sanubari kita didengar Alloh, apalagi suara yang keluar dari mulut jelas akan lebih terdengar”. Sepintas kalimat ini sepertinya benar, padahal salah besar. Bila mempunyai anggapan seperti itu maka mendengarnya Alloh tidak berbeda dengan makhluq sebab ada bahasa “jelas” dan “lebih jelas” padahal sesungguhnya suara samar, kecil, keras, semuanya sama pada jelasnya dihadapan Alloh.

Kita sebagai manusia yang beriman harus lebih mawas diri dalam tingkah perilaku sebab semua gerak-gerik anggota badan juga bisikan hati didengar oleh Alloh. Jangan punya anggapan bahwa kita sendirian, tidak ada yang mendengarkan, padahal yaqin bukti ada yang mendengarkan dan ada yang memperhatikan yaitu Alloh. Harus lebih waspada sebab barangkali ada kelakuan jelek yang ditulis oleh utusan Alloh yaitu malaikat Atid. sebagaimana firman Alloh dalam surat Az-Zukhruf ayat 80 diatas.

Supaya pekerjaan atau bisikan hati kita baik maka solusinya kita harus menjiwakan لا مطلوب الا الله Tiada lagi yang harus dijalani kecuali perintah Alloh dalam hati sanubari kita. Yang manfa’atnya tidak akan ada bisikan hati untuk melakukan kejelekan sebab tiada lagi yang kita lakukan kecuali perintah dari Alloh.

Alloh menugaskan dua malaikat yang selamanya mengikuti kita kapan pun, dimana pun, bagaimana pun keadaan kita pasti akan mengikuti kita karena Alloh pun memberi petunjuk kepada kita dengan lafadz إقراء yang artinya “bacalah”. Sedangkan yang harus dibaca ada empat:

  1. Tempat
  2. Situasi
  3. Waktu
  4. Siapa

Mudah-mudahan ada manfa’atnya khusus untuk pribadi, umumnya bagi semua ummat muslimin. Begitu pula mari kita pinta kepada Alloh agar kita sebagai manusia mendapatkan Rohmat serta Maghfiroh Alloh SWT. Bisa mawas diri dan lebih berhati-hati dalam gerak-gerik hati sanubari dan melakukan sesuatu sebab dimana pun, bagaimana pun, kapan pun, ada dua malaikat yang diutus Alloh yakni Roqib dan Atid yang selamanya mengikuti kita. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin.

Tags:


About the Author

PPM Miftahul Khoir adalah pesantren mahasiswa aswaja syafiiyah dengan pembelajaran menggunakan kitab kuning klasik. Lokasi di daerah Dago, Bandung berdeketan dengan kampus ITB, UNPAD DU, UPI, POLMAN, UNIKOM.



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top ↑