Buletin ikhlas, husnudzon

Published on Desember 11th, 2014 | by PPM Miftahul Khoir

0

Nasihat dan Wasiat Takwa al-Habib Abdullah bin Alawi al Haddad

Dengan menyebut nama Allah subhanahu wata’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tiada daya untuk melakukan segala perintah-Nya dan kekuatan untuk menjauhi semua larangan-Nya kecuali milik Allah swt yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Maha Suci Engkau ya Allah, yang mana kami tidak memiliki ilmu kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Semoga shalawat beserta salam senantiasa dicurahkan kepada junjungan kita Baginda Muhammad saw, seorang rosul terpercaya, kekasih yang teguh, pemimpin orang-orang bertakwa beserta para keluarga, para sahabat yang ikhlas dan setia, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka sampai akhir kiamat.

Teringat kisah seorang anak kecil dari daerah Timur Tengah. Pada usia belia anak tersebut sudah hafal Al-Quran dan dikaruniai suara yang bagus. Singkat cerita dibawalah jalan-jalan ke luar negeri menemui ‘alim ‘ulama mashur oleh keluarganya. Sesampainya di rumahnya, ‘ulama tersebut tentu senang dengan bakat yang dimiliki anak tersebut dan berniat memberikan hadiah. “Ananda, antum telah dikaruniai Allah swt dengan kemudahan mengingat Al-Quran, aku berniat memberikanmu hadiah pakaian”,,,”Mampukah Pak Kiai memberikanku pakaian terbaik ?”…”akan aku usahakan, wahai anakku”…”Pakaian terbaik adalah Takwa, mampukah Pak Kiai berikan itu ?”

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya. Dan janganlah sekali-kali engkau mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.

“Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa”.(Al-Baqarah 194)

“Betakwalah kepada Allah, maka Allah akan mengajarkanmu”(Al-Baqarah 282)

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan kepadamu furqon dan menghapus segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”(al-Anfal 29)

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan baginya jalan keluar. Dan memberikan rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka”(ath-Thalaq 2:3)

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam segala macam urusannya”(ath-Thalaq 4)

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menutupi segala kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.”(ath-Thalaq 5)

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa, akan disediakan surge-surga yang penuh kenikmatan disisi Tuhannya”(al-Qalam 34)

“Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian.”(Al-Hujurat 13)

Para ulama r.a. berkata: “ Takwa ibarat menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya yang dzahir maupun batin, disertai pengagungan kepada Allah swt dan takut kepada-Nya. ”

Al-A’masy (Sulaiman bin Mihran al-Kufi) : “ Barangsiapa yang modal kekayaannya berupa takwa, maka semua lisan tak aka nada yang mampu untuk menggambarkan keuntungan dalam agamanya.”

Seringkali kalangan awam menggunakan alasan, bahwa mereka berbuat dosa karena sudah merupakan takdir. Ucapan ini adalah dibawah kendali setan yang terkutuk dan ucapan ini sangatlah berbahaya.
“ Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.”(al-Anbiya 32).

Apakah berat menjadi seorang yang bertakwa? Tentu tidak, karena Allah telah menjamin kemudahan, tapi ingat!!! perlu pengorbanan.

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”(al-Baqarah 185)

Rosululloh bersabda : “Yang paling kuat diantara kalian dalam menjalankan agama Allah adalah Umar, ucapannya benar, karena itu ia tidak mempunyai teman diantara orang banyak.”

Setiap muslim adalah saudara, mempunyai banyak teman tidak cukup, mempunyai satu musuh terlalu banyak. Tapi setiap muslim harus memilih teman yang akan membawanya semakin bertakwa kepada Allah, dan tidak juga menganggap teman si fulan tidak baik karena boleh jadi si fulan tersebut mati dalam keadaan khusnul khotimah.

“Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati Kami serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”(al-Kahfi 28)

Jadi, kemuliaan disisi Allah swt bukanlah karena keturunan, harta benda, kecantikan, pangkat, jabatan, tetapi hanya diukur dari ketakwaan. Untuk meraih ketakwaan tidaklah sulit, namun butuh pengorbanan.

Akhir kata marilah kita berdo’a :” Allohumma solli ‘ala sayidina muhammad, Alhamdulillah, ya Allah : ”

“Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan kumpulkankah aku bersama orang-orang shaleh” (Yusuf 101)

“Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai nabiku”

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami, sesudah Engkau tunjuki kami ( jalan yang benar ), dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau amat suka memberi”( al-imran 8 )

Tags: , ,


About the Author

PPM Miftahul Khoir adalah pesantren mahasiswa aswaja syafiiyah dengan pembelajaran menggunakan kitab kuning klasik. Lokasi di daerah Dago, Bandung berdeketan dengan kampus ITB, UNPAD DU, UPI, POLMAN, UNIKOM.



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top ↑