Akhlak ikhlas, husnudzon

Published on Desember 7th, 2015 | by PPM Miftahul Khoir

0

Nikmatnya Bersandal

Allah SWT menjadikan kedua kaki sebagai alat penopang tubuh. Kedua kaki tersebut mempunyai rahasia yang mana di sana berkumpulah semua energi atau kekuatan seseorang. Kaki mempunyai saraf yang menghubungkan ke seuruh anggota tubuh, maka dari itu sesorang perlu melindungi kakinya dari sesuatu yang berbahaya dengan menggunakan sebuah alat yang bernama, sandal.

Perlu diketahui bahwa sandal adalah suatu bentuk kenikmatan yang diberikan Allah SWT, Yang berguna untuk melindungi kaki dari bahaya dan penyakit yang menyerang.

Sebagai seorang muslim, kita harus selalu memperhatikan kesehatan kita, termasuk sandal kita, karena sandal merupakan alat yang melindungi kaki kita, karena kaki mempunyai peranan penting bagi anggota badan kita , maka kita harus selalu melindunginya dan menjaga sandal kita.

Adab memakai sandal
1. Menggibaskan sandal sebelum memakainya
Pada suatu hari Rasulullah saw ketika mau memakai sandal, ada seekor burung yang mengambil sandal beliau, dan dari sandal tersebut keluar seekor kalajengking, maka sejak saat itu Rasulullah saw selalu menyuruh para sahabat untuk selalu mengibaskan sandal ketika hendak memakainya. disini Kita bisa melihat betapa sunnah rosulullah sangat bermanfaat untuk menjaga diri kita karena mungkin ada sesuatu yang berbahaya didalam sandal kita dan ini tidak jarang dialami oleh kebanyakan orang.

2. Mendahulukan kaki kanan ketika memakainya
Dari adab Rasulullah saw, beliau selalu mendahulukan kaki kanan ketika memakai sandal, dan dengan kaki kiri ketika mau melepasnya. Beliau selalu menjaga keseimbangan dan melarang memakai salah satu sandal saja, karena ada unsur ketidak seimbangan untuk badan seseorang, ini merupakan sunnah Rasulullah saw. Beliau juga tidak menyukai sesuatu yang menyalahi fitrah, yakni sesuatu yang tidak serasi seperti, memotong satu lengan baju dan memanjangkan yang satunya atau menyingkap satu celana dan meninggalkan yang satunya, dan segala sesuatu yang tidak serasi. Karena Allah SWT meciptakan dua mata, dua telinga, dua tangan dan dua kaki dengan bentuk yang sempurna, maka kita harus memakaikanya dengan yang serasi juga. Kenapa kita harus menyalahi apa yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita?

3. Membawanya dengan jari kelingking tangan kiri
Menukil dari sahabat bahwasanya Rasulullah saw ketika membawa sandal, beliau membawanya dengan tangan kiri menggunakan jari kelingking beliau.

Sebagian dari sahabat beliau, banyak yang senang dan sering membawakan sandal beliau, seperti Abdullah bin Mas’ud yang terkenal sebagai si pembawa sandal Rasulullah saw. Dari sini kita belajar sunnah, bahwa seseorang layaknya membawakan sandal orang tua atau guru sebagai penghormatan bagi mereka, karena ini adalah sunnah yang kita pelajari dari perbuatan sahabat kepada Rasulullah dan Rasulullah pun mengakuinya (iqrar).

Manfaat Berjalan di atas Tanah
Rasulullah saw terkadang berjalan di atas tanah tanpa sandal, khususnya ketika menjenguk orang sakit yang dekat dengan rumah beliau dan ketika pergi ke tempat-tempat dekat kota Madinah, betapa tawadhu’nya Rasulullah saw! Perbuatan beliau tersebut menyimpan sebuah hikmah dan hari ini terbukalah hikmah tersebut, yaitu yang seperti kita katakan bahwa telapak kaki manusia terdapat kumpulan energi dan kekuatan manusia, dan ketika seseorang menginjakkan kakinya di atas debu atau bebatuan kerikil, dengan ajaibnya debu dan kerikil-kerikil tersebut menyerap energi negatif dari tubuh kita dan meninggalkan energi positif di dalamnya sehingga mengalirkan darah dan melancarkan peredaranya.

Bentuk Sandal Rasulullah SAW
Setiap orang pasti menginginkan sandal yang nyaman, bagus dan modis. Akan tetapi ketika kita mengetahui sandal milik Rasulullah saw, kita akan tau betapa Rasulullah sangat memperhatikan sandal yang beliau pakai. Rasulullah saw memiliki sandal yang kuat dan nyaman, terbuat dari kulit asli dan bagus sehingga tidak membuat kaki beliau lecet, beliau juga mendisain bentuk sandal beliau sendiri supaya enak digunakan. Para sahabat banyak sekali yang hafal dengan bentuk sandal Rasulullah, dan sampai sekarang sandal beliau saw masih awet dan tersimpan dengan baik.

Reka bentuk Capal Rosul Saw

Sandal beliau ujungnya oval tidak lancip sehingga tidak menyakiti kaki dan melindungi jari-jari dari bebatuan. Sandal beliau saw mempunyai penahan yang melindungi tumit beliau, bagian tengahnya ramping, dan terdapat dua tali jepit sandal yang memisahkan antara ibu jari kaki dan jari telunjuk dengan jari tengah dan setelahnya. Sandal beliau sederhana, akan tetapi sangat nyaman untuk dipakai.

Seseorang perlu memakai sandal yang serasi dengan kakinya sehingga tidak menyakitinya, karena jika seseorang memakai sandal yang tidak nyaman seperti high heels contohnya, mungkin akan menyebabkan terserang banyak penyakit, tapi anehnya kebanyakan wanita menyukainya karena dianggap mengikuti trend, padahal kesehatan lebih berharga dari pada trend.

Dari sunnah Rasul saw, kita harus menjaga kaki kita dengan menggunakan sandal yang baik, yang melindungi kaki kita, seperti halnya Rasulullah saw yang menyukai sandal yang berkualitas tinggi tapi tidak berlebihan dan tidak mahal. Jika kita bisa menerapkan sunnah Rasulullah saw walaupun pada hal yang kita anggap kecil seperti ini, maka kita akan merasa nyaman dan selamat karena setiap sesuatu yang diajarkan Rasulullah saw mempunyai hikmah yang tinggi. Jika kita mengikuti sunnah-sunnah beliau, maka kita akan sejalan dengan Rasulullah saw.

” قل إن كنتم تحبون الله , فاتبعوني يحببكم الله “

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat!
Oleh: Maghfiroh Arifin (Mahasiswi, fak. Dirosah Islamiyyah, universitas Al- Ahgaff)

Tags: ,


About the Author

PPM Miftahul Khoir adalah pesantren mahasiswa aswaja syafiiyah dengan pembelajaran menggunakan kitab kuning klasik. Lokasi di daerah Dago, Bandung berdeketan dengan kampus ITB, UNPAD DU, UPI, POLMAN, UNIKOM.



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top ↑