Buletin ikhlas, husnudzon

Published on Juni 14th, 2015 | by PPM Miftahul Khoir

0

Pesantren itu menjijikan…

Pesantren itu menjijikan!
Pesantren itu tidak menyenangkan!
Pesantren itu sangat membosankan!

Pesantren itu bla,bla,bla…

Sepertinya terlalu banyak hal negatif yang saya sematkan terhadap pesantren. Ya, itulah saya ketika masih kecil. Ketika masih kecil saya memang pernah disuruh pesantren, namun saya tolak dengan tegas dengan beberapa alasan yang saya sebutkan diatas.

Namun seiring berjalannya waktu, Allah balik semua asumsi tersebut 3600. Semua bermula di tahun 2012. Inilah momen yang mempertemukan saya dengan Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir Bandung. Tepatnya dibulan agustus 2012, untuk pertama kalinya saya menyandang status santri.

Lalu bagaimana dengan asumsi saya diawal tadi?

Yah, ketika pertama kali datang ke Mimkho, saya langsung jatuh hati karena udaranya yang sejuk serta lingkungannya yang bersih, jauh dari asumsi negative yang pernah saya utarakan dulu. Mimkho benar-benar bersih. Itulah yang akhirnya membuat saya langsung untuk memutuskan untuk mondok.
Saya Santri Saya Bangga

Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir

Lantas apa yang terjadi saat akhirnya saya mondok?

SEMPURNA! Satu kata yang tepat untuk saya sematkan untuk pesantren. Mimkho benar-benar membuka mata hati saya. Pesantren yang pernah saya pandang dengan sebelah mata itu ternyata sangat luar biasa. SEMPURNA! Itulah kata yang pantas untuk disematkan.

Pesantren adalah suatu lembaga pendidikan yang benar-benar mengajarkan bagaimana caranya mencari ilmu. Banyak orang diluar sana saling bersaing untuk meraih prestasi sampai harus melawan dan tidak hormat dengan guru. Namun di pesantren kami diajarkan bagaimana takdzim terhadap guru. Sehingga rasa hormat kami sebagai murid terhadap guru akan senantiasa terjaga.

Ilmu adalah cahaya. Maka cahaya akan sampai pada orang-orang yang bersih. Maka senantiasa luruskanlah niat dalam mencari ilmu. Sekali lagi, pesantren mengajarkan saya banyak hal. Kebersamaan adalah hal yang tak akan pernah dari pesantren.

Baru-baru ini sistem pendidikan di Indonesia marak mengenalkan pendidikan karakter. Maka jauh sebelum itu, pesantren sudah hadir dengan sistem pendidikan karakter yang luar biasa. Jelas siapa lagi teladannya kalo bukan Rasulullah SAW yang sangat sempurna karakternya (akhlaknya).

Sungguh bersyukur Allah pertemukan saya dengan pesantren, dengan para ulama serta dengan para pembelajar. Hingga impian saya semakin terwujud tatkala akhir desember 2014 saya bersama santri Miftahul Khoir berhasil menyambangi suatu daerah yang terkenal dengan sebutan kota santri, yaitu tasikmalaya.

Akhirnya kami berhasil mengunjungi beberapa pesantren di Tasik dan mendapat banyak pelajaran berharga dari perjalanan yang kami lakukan.
Saya Santri Saya Bangga

Pondok Pesantren Darul -Huda

Saya Santri Saya Bangga

Pondok Pesantren Suryalaya
Saya Santri Saya Bangga

Pondok Pesantren Miftahul Huda
Saya Santri Saya Bangga

Pesantren KH. Zaenal Musthafa Sukamanah
Saya Santri Saya Bangga

Pondok Pesantren Cipasung
Saya Santri Saya Bangga

Pondok Pesantren Miftahul Huda Nurul Qomar

Salah satu pelajaran yang akan selalu saya kenang dari perjalanan ke Tasik adalah perjuangan para santri yang rela mondok dan belajar ilmu agama. Mereka tau prioritas dalam hidupnya. Tentu hal ini membuat saya berpikir. Kemana aja selama ini? Saya hanya terfokus pada dunia dan dunia. Setidaknya kini saya menyadari dan akan menyeimbangkan diri untuk lebih baik.

Pernah nonton film “Sang Kyai”? Saya sangat merekomendasikan menonton film tersebut. Film tersebut menceritakan perjuangan para santri, ulama dan pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gak salah tuh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia? Hhhmmm, baru tau yah? Memang dalam sejarah yang kita pelajari di sekolah hal tersebut tidak diceritakan. Tapi ternyata setelah saya tahu, pesantren sangatlah berperan dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.

*Hhhmmmm (menghela nafas). Jujur makin kagum sama pendidikan di Pesantren. Pokoknya terima kasih pesantren. Doakan sobat, salah satu impian terbesar saya adalah ingin membangun pesantren di Kampung halaman tercinta, Gunung goong, Kabupaten Sukabumi. Semoga doa pembaca semua menjadikan jalan agar kelak impian mulia ini dapat tercapai. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Nah sekian dulu untuk tulisan mengenai pesantren kali ini. Insya Allah nanti dilanjut. Besar harapan saya pembaca semua memberi masukan untuk tulisan ini. Dan jika kiranya bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman-teman yang lainnya.

Terima kasih,

Fauzi Noerwenda


About the Author

PPM Miftahul Khoir adalah pesantren mahasiswa aswaja syafiiyah dengan pembelajaran menggunakan kitab kuning klasik. Lokasi di daerah Dago, Bandung berdeketan dengan kampus ITB, UNPAD DU, UPI, POLMAN, UNIKOM.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top ↑