Tafsir

Published on Mei 5th, 2017 | by PPM Miftahul Khoir

0

Ringkasan Ngaji Tafsir Al Qur’an Surat Yasin oleh Ust. Anwar ~ Kamis, 3 Mei 2017


Di dalam Al Qur’an itu terdapat dua sebutan ayat :
1. ayat muhkamat : ayat yang maknanya telah jelas
2. ayat mustasyabihat : ayat yang maknanya tidak jelas, biasanya hrufnya itu terpotong. contohnya : nun, qof, alif lam mim, ya siin, tho ha, alif lam ro

nah untuk ayat mustasyabihat itu cara menafsirkannya ada dua :
1. aliran konvensional : aliran ini biasanya yg suka kita temui yaitu biasanya dgn mengartikan “menyerahkan sepenuhnya arti tersebut kepada Allah SWT”
2. takwil : nama lain dr takwil ini yaitu dgn nama herematika.
penafsiran ayat yasiin ini diantara nya :
– kata ya siin itu terdiri dari dua huruf atau singkatan, yaitu dgn huruf ya dan siin..

– kata ya siin itu merupakan salah satu nama panggilan kesayangan dari Allah SWT untuk nabi Muhammad SAW, jika ingin membuktikan yaitu terdapat pada lirik sholawat badar..

– kemudian, huruf ya dan siin itu merupakan huruf sumpah atau dalam ilmu nahwu itu disebut huruf qosam. selain huruf ya dan sin ada juga wal-ashr (demi masa), wadh-dhuhaa (demi waktu dhuha), wal-fajr (demi fajr) dan lain-lain. sehingga kata-kata trsebut disebut sbg laminal mursalin (kata penguat yang digunakan supaya lawan bicara percaya)

– selain menjadi huruf sumpah, huruf ya dan siin itu jg menjadikan sbuah jalan atau yg disebut shirot. didalam Al Qur’an pun banyak kata jalan yg dimaksud ada yg namanya thoriqoh (on the track), manhaj(jalan pemikiran), mazhab (jalan ibadah). dan semua yang dimaksudkan jalan trsebut itu, jika dalam sholat membaca surat Alfatihah ada dalam ayat 6 Allah SWT berfirman:

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus,”
(QS. Al-Fatihah: Ayat 6)

namun, tidak sedikit diantara kita yang masih banyak yang merasa galau, bingung akan jalan kehidupan ini. maka kita membutuhkan sebuah vision atau istilahnya itu what to be (mau jadi apa kita ini??).
nah, untuk mendapatkan jalan ini pun kitalah yg harus menentukan nya dengan cara mengeksplorasi. beruntunglah bagi kita yang telah berusaha datang jauh-jauh dari kampung halaman yang untuk mengeksplor diri kita. Nabi ibrahim as pun ketika ditanya mau kemanakah ? beliau menjawab saya ingin menuju Tuhanku.

maka sebenarnya kita semua ini sedang berjalan menuju Tuhan kita dan kita pun membutuhkan panduan yang disebut dgn Tanzilul aziz (Al Qur’an).

Mungkin hanya itu yg bisa diringkas oleh penulis. maaf jika ada yg salah dan kurang, karena penulis sedang proses belajar. saran dan masukannya sangat diperlukan dan dibutuhkan.
Wallahu A’lam bisshowab

[divisi peribadatan putri 17/18]


About the Author

PPM Miftahul Khoir adalah pesantren mahasiswa aswaja syafiiyah dengan pembelajaran menggunakan kitab kuning klasik. Lokasi di daerah Dago, Bandung berdeketan dengan kampus ITB, UNPAD DU, UPI, POLMAN, UNIKOM.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top ↑