Akhlak ppm miftahul khoir bandung

Published on Juli 26th, 2014 | by PPM Miftahul Khoir

0

Siapa Bilang Ikut Gaya Rosul Itu Nggak Gaul?

Entah dari mana pendapat yang menyatakan bahwa menjadikan silam sebagai pegangan hidup adalah kuno, nggak gaul, sok suci dan kuper. Saya juga nggak paham kenapa ada orang yang menyatakan dan punya pikiran seperti itu.

Seolah-olah islam tidak bisa mengikuti jaman, tiak bisa nge-trend, dan kampungan. Apa iya? Tidak juga, Saudaraku. Ketika ada orang yang mengatakan seperti itu, lebih baik kita perhatikan bagaimana seorang doktor perempuan berjilbab ini bicara.

Ia adalah lulusan terbaik dan baru lulus dari sebuah universitas sebagai kandidat doktor. Tiba-tiba orang-orang yang sinis dan membenci islam berkata, berhijab dan menutup aurat itu ketinggalan jaman, bahkan sampai mengatakan sebagai “kebobrokan jaman”.

Uniknya doktor terbaik ini menanggapi dengan sebuah kalimat yang menbuat hati trenyuh. “Dahulu, orang-orang sebelum kita sulit mencari pakaian untuk menutupi tubuhnya. Padahal mereka ingin sekali menutup dirinya dengan pakaian yang lengkap. Maka jika saat ini menutup aurat dikatakan sebuah kemunduran itu SALAH. Sebaliknya jika kita semakin hari semakin membuka kain penutup tubuh kita dan membiarkan bagian lainnya terlihat itu bukan sebuah KEMAJUAN tapi KEMUNDURAN.”

Seseorang pemuda di sebuah SMK swasta bercerita bahwa ia pernah istiqomah memakai peci, celana panjang dan baju yang rapih saat sekolah. Sontak penampilannya itu terkesan kuno sama Saudaraku-Saudarakunya. Bahkan sebagian Saudarakunya ada yang memanggilnya sok suci, sok alim dan lain sebagainya. Saudaraku-Saudarakunya lebih bangga dengan celana panjang yang ketat dan gesper yang kelihatan.

Saudaraku, apa yang dilakukan pemuda itu? Ia membiarkan saja penampilannya terlihat rapih. Ia tidak perduli dengan anggapan Saudarakunya tentang penampilannya. Mereka menyebut dirinya gaul tanpa memahami arti gaul yang sebenarnya. Menurut pemuda itu, gaul ya Gaya Ala rosul. Hehehe.

Rapih, sopan dan bersih menajdi penampilan yang khas bagi dirinya. Setelah lulus dari sekolahnya, justru terlihat yang berhasil itu siapa? Justru yang menganggap dirinya gaul dengan pakaian yang serba kumor, geng roko, celana pangsi, celana kedodoran, rambut nggak rapih itu sampai sekarang belum tahu alur ia hidup. Ia hanya berharap bisa bekerja pada suatu perusahaan. Tak terbesit alam dirinya untuk maju melangkah. Hidupnya tak tentu arah.

Berbeda dengan si Gaul yang Gaya Ala Rosul itu. Setelah lulus ia mendapatkan beasiswa kuliah secara gratis. Hidupnya kini lebih terarah. Ia mantap mencapai tujuannya. Bahkan cita-citanya pun tertata.

Jadi, nggak mungkin banget kan ngikut Gaya Rosul itu nggak gaul? Justru peneliti dari jaman ke jaman membenarkan semua yang dilakukan Rasulullah baik secara sadar maupun ilmiah. Kita bisa membaca sendiri bagaimana keajaiban tidur menghadap kiblat dan arah kanan, dengan tangan kanan sebagai alas kepala kita. Coba kita kaji faidahnya! Luar biasa, Saudaraku.

Lalu, bersiwak, ternyata siwak mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki pasta gigi yang sekarang ini. Siwak termasuk sunnah, sekarang banyak peneliti yang beralih ke siwak dalam pemeliharaan gigi. Bahkan ada yang membuatnya menjadi pasta gigi. Subhanallah.

Lalu makna membaca do’a sebelum melakukan sesuatu, misalnya makan sambil duduk dan menggunakan tangan kanan. ternyata semua itu berfaidah lho. Seorang teman saya pernah menuturkan, “Setiap yang dilakukan Rosuullah saw itu di dalamnya ada kejayaan.”

Gurunda, Buya Yahya menambahkan, “Segala sesuatu yang berhubungan dengan Rasulullah saw adalah sebuah kemuliaan. Cara yang dilakukan Rasulullah saw adalah sebaik-baiknya cara. Prilaku yang dilakukan Rosul adalah sebaik-baiknya prilaku. Kalimat yang diucapkan Rosul adalah sebaik-baiknya ucapan.”

Saudaraku, jangan takut dikatakan ikut Gaya Ala Rosul itu sok suci; sebab suatu saat mereka akan sadar bahwa merekalah yang akan rugi.

Jangan takut dikatakan sok alim; sebab mereka tidak mengatahui, tertutup segala kebaikan dengan apa yang dilihatnya.

Jangan takut dikatakan wong ndeso; sebab itu janganlah kita marah. Karena dengan kita marah itu akan membuat syaitan tertawa.

Menghadapi itu semua kita harus tersenyum. Balas mereka dengan pengertian yang baik. Jika kita tinggal di suatu lingkungan yang kurang mendukung untuk baik, minimal kita perbaiki diri teurs sambil memberikan nasehat indah kapada mereka. Mudah-mudahan kelak mereka kembali ke jalan yang benar.

Sejatinya mereka hanya tidak tahu; jadi adalah tugas kita untuk memberi tahu. Tentunya dengan tips-tips yang jitu agar kamu berhasil bergaul dengan mereka. Agar kamu juga berhasil mengajak mereka ke jalan yang benar. Yakni jalan yang telah dicontohkan Rasulullah saw.


About the Author

PPM Miftahul Khoir adalah pesantren mahasiswa aswaja syafiiyah dengan pembelajaran menggunakan kitab kuning klasik. Lokasi di daerah Dago, Bandung berdeketan dengan kampus ITB, UNPAD DU, UPI, POLMAN, UNIKOM.



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top ↑